Techverse.Asia

Telkom Siap Hadirkan Data Center Berbasis Energi Hijau Dan Ramah Lingkungan

Hyperscale Data Center Telkom di Cikarang / Telkom

Institute of Essential Services Reform (IESR), think-tank di bidang energi dan lingkungan, mengungkap salah satu karakteristik dari data center adalah 24 jam operasional, dan energi yang dibutuhkan relatif besar.

Secara global, penggunaan energi untuk data center mencapai sebesar 200 Tera Watt Hour. Sehingga perlu ada langkah antisipatif, untuk menyiasati kebutuhan energi dalam jumlah besar ini.

Melihat tren global menuju karbon netral, maka langkah yang tepat ketika memutuskan menggunakan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi di data center.

Direktur eksekutif Institute of Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa mengungkap, sedikitnya ada dua manfaat ketika data center mendapatkan pasokan daya dari energi terbarukan. Yakni peningkatan efisiensi energi dan peningkatan penggunaan energi terbarukan. 

"Tren energi terbarukan semakin terjangkau. Berinvestasi pada energi terbarukan tidak saja memastikan pasokan daya andal dan bersih, namun juga efisiensi keuangan pada jangka panjang," ujarnya, dikutip dari laman mereka, Rabu (4/1/2023).

Dalam ruang lingkup nasional, saat ini Indonesia baru memiliki 11,5% bauran energi terbarukan. Negara ini masih harus mengejar target Persetujuan Paris untuk mencapai angka 23%.

Menurut perhitungan IESR, bauran 23% baru akan tercapai jika 70% pembangkit listrik kita dari energi terbarukan.

"Dengan mendorong sektor industri seperti data center untuk menggunakan energi terbarukan, otomatis akan berkontribusi pada tercapainya target bauran energi ini," sebutnya. 

Menyadari penting dan positifnya efek dari penggunaan energi terbarukan dalam bisnis data center, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) turut menerapkannya. 

Seakan senada dengan apa yang dipaparkan IESR di atas tadi, Direktur Wholesale & Intenational Service Telkom, Bogi Witjaksono mengatakan, salah satu kunci keberhasilan data center adalah tingkat efisiensi dalam penggunaan energi.

Editor : Uli Febriarni