Techverse.Asia

Metanol dan Kekuatan Angin Akan Jadi Acuan Utama Dalam Kebutuhan Pembuatan Bahan Bakar Motor Masa Depan

green energy / freepik

Rencana pembuatan mobil elektro mobilitas dan bakar bakar nol emisi, telah menjadi proyek utama Porsche dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu terjadi akibat melihat bagaimana kondisi emisi di udara yang semakin hari semakin tinggi.

Emisi di udara tak dapat dihilangkan, kecuali dengan meminimalisasi polusi yang diakibatkan kendaraan bermotor dan mulai minimnya ladang hijau.

Banyak perusahaan menilai, mereka harus dapat berinovasi dengan membuat produk kendaraan bermotor tanpa mengeluarkan emisi sama sekali.

Sedangkan perusahaan lainnya sedang mengupayakan agar dapat membuat produk electronic vehicle, pada 2022 ini. Seperti yang dilakukan oleh Siemens Energy dan Porsche.

Dua perusahaan itu sedang mengupayakan untuk menyeponsori sebuah produk bahan bakar yang ramah lingkungan. Produk itu tidak hanya meminimalisasi emisi karbon, namun mampu merubah CO2 menjadi sebuah bahan bakar eFuel.

Langkah tersebut dijelaskan dalam laman Porsche, yang dikutip pada Rabu (21/12/2022).

Sang CEO, yakni Oliver Blume menjelaskan, elektromobilitas adalah prioritas utama dari Porsche. eFuel untuk mobil adalah pelengkap yang bermanfaat, jika diproduksi di belahan dunia yang memiliki surplus energi berkelanjutan tersedia.

"Mereka adalah elemen tambahan di jalan menuju dekarbonisasi. Keunggulannya terletak pada kemudahan aplikasinya," kata dia. 

"eFuel dapat digunakan di mesin pembakaran dan hibrida plug-in, dan dapat memanfaatkan jaringan stasiun pengisian bahan bakar yang ada. Dengan menggunakannya, kita dapat memberikan kontribusi lebih lanjut untuk melindungi iklim," lanjutnya. 

Pada Agustus 2018, sebuah tulisan Motor Trend menemukan sebuah perusahaan yang siap untuk memproduksi bahan bakar elektronik dari penangkapan karbon tersebut.

Editor : Uli Febriarni