Techverse.Asia

Kemacetan Di Jakarta Bakal Diurai Dengan Bantuan Teknologi AI?

kemacetan di jalanan / freepik

Sampai sebelum ibukota negara dipindah ke Borneo, maka Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta masih menjadi ibukota dan pusat pemerintahan. Hal itu menjadikan Jakarta masih terus dianggap gula bagi sebagian orang. Dampaknya keramaian dan kepadatan penduduk terus terjadi, tak terkecuali kemacetan menjadi efek ikutan.

Sebetulnya, pemerintah daerah setempat sudah melakukan beberapa cara untuk mengatasi kemacetan. Mulai dari ganjil-genap, pembangunan jalan layang, menambah armada transportasi umum, pengaturan jam lalu-lintas untuk kendaraan tertentu, pembatasan dan lainnya. Namun kenyataannya, kepadatan jalanan terus terjadi.

Kekinian, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta sedang menyiapkan sistem pengurai kemacetan lalu-lintas dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Proyek ini dilakukan melalui kolaborasi dengan perusahaan teknologi swasta, yakni Google Indonesia.

Melansir LKBN Antara, Kepala Unit Pengelola Sistem Pengendalian Lalu Lintas Dishub Provinsi DKI Jakarta, Emanuel Kristanto mengungkap, teknologi AI itu disiapkan beroperasi pada 2023.

Menurut Emanuel, nantinya Google Indonesia akan menggunakan teknologi AI untuk mengoptimasi lampu lalu lintas di persimpangan. Namun, dia tidak menjelaskan secara pasti detail teknologi yang digunakan.

"Seperti apa detailnya AI dimaksud, kewenangannya ada di Google ya," ujarnya, dikutip dari media itu, Kamis (15/12/2022).

Sementara itu, Bisnis Indonesia memberitakan, pada teknologi itu, secara garis besar Google akan menggunakan teknologi AI untuk menganalisis volume lalu lintas di persimpangan. Selanjutnya, Google merekomendasikan waktu yang optimal di masing-masing kaki persimpangan.

Data yang telah dikumpulkan oleh Google kemudian dikirim ke Dishub DKI dan diaplikasikan di jalanan. Diketahui, teknologi kecerdasan buatan yang digunakan untuk proyek ini berupa machine learning dan komputasi awan alias cloud computing.

Proyek penerapan teknologi pengurai kemacetan tersebut diberi nama Green Light. Kalau proyek ini jadi dijalankan, maka DKI Jakarta menjadi kota pertama di Asia Tenggara, yang memanfaatkan AI untuk membantu menganalisis kondisi kemacetan kota.

Editor : Uli Febriarni