Techverse.Asia

Perakitan iPhone di China Tersendat, Apple Ingin Pindahkan Produksi ke India Hingga Tiga Kali Lipat

iPhone 14 series/Apple

Techverse.asia - Apple dilaporkan ingin melipatgandakan kapasitas produksi iPhone di India dalam dua tahun ke depan. Ini adalah bagian dari rencana yang lebih besar untuk mendiversifikasi rantai pasokannya dari China dan ke negara lain yang telah ditunjuk Apple untuk merakit iPhone

Menurut sebuah laporan oleh Mint, seorang "eksekutif industri senior" yang tidak disebutkan namanya berkata jika sekarang ini Apple sedang ingin meningkatkan volume yang mereka hasilkan dari India. Itu bisa meningkat lebih dari tiga kali lipat dari target mereka tahun ini. Laporan tersebut mengutip eksekutif kedua yang mengatakan Apple telah menginstruksikan Foxconn, Pegatron, dan Wistron, tiga pemasok terbesarnya, untuk meningkatkan kapasitas dan tenaga kerja mereka di negara tersebut.

Baru minggu ini, diumumkan bahwa Foxconn telah menginvestasikan $500 juta di anak perusahaannya di India dengan harapan dapat meningkatkan kapasitas operasionalnya di negara tersebut. Apple dan pemasoknya telah memproduksi beberapa model ‌iPhone‌ di India, termasuk iPhone 14 baru, dengan rencana yang dilaporkan untuk memperluas produksi ke produk lain, termasuk iPad.

Pasokan model iPhone 14 Pro menjelang musim liburan sangat terbatas karena gangguan di pabrik utama Foxconn di China. Apple mengatakan dalam siaran pers bulan lalu bahwa mereka "bekerja keras" untuk memulihkan pasokan ke tingkat normal, tetapi menjelang liburan, pelanggan yang mencari ‌iPhone‌ kelas atas akan mengalami keterlambatan pengiriman barang. 

Baca Juga: Alasan Apple Relokasi Produksi dari Tiongkok ke India Meski Kuasai Pasar Smartphone

Pemindahan perakitan iPhone ke India ini lantaran telah terjadinya pengetatan Covid-19 di Kota Zhengzhou, lokasi pabrik Foxconn berada. Pasalnya, kota itu yang dikenal secara lokal sebagai 'kota iPhone', adalah rumah bagi sekitar 200 ribu pekerja yang bertanggung jawab atas sebagian besar produksi iPhone.

Ditambah lagi dengan adanya aksi protes dari para pekerja Foxconn atas kebijakan lockdown yang memaksa mereka untuk tinggal dan bekerja di tempat (dengan makanan dan persediaan terbatas) untuk mencegah wabah lebih lanjut di Zhengzhou. Sejak Oktober kemarin, banyak pekerja telah melarikan diri dari fasilitas karantina, itu membuat Foxconn menjanjikan insentif seperti gaji yang lebih tinggi dan bonus untuk mempertahankan staf. 

Protes itu sangat berdampak pada pengiriman iPhone 14 Pro dan iPhone 14 Pro Max untuk kuartal akhir tahun ini akan ada di kisaran 15-20 juta unit lebih rendah dari yang diharapkan. Dengan demikian, permintaan iPhone 14 Pro diperkirakan akan 'menghilang'. 

Analis Apple Ming-Chi Kuo telah memangkas prediksi pengirimannya untuk jajaran iPhone sekitar 20 persen secara total. Kuo sekarang menyebut pengiriman iPhone 14 Pro dan 14 Pro Max hanya sekitar 70-75 juta unit, dibandingkan konsensus pasar 90 hingga 85 juta unit.

Produksi iPad di India 

Editor : Rahmat Jiwandono