Techverse.Asia

Negosiasi Antara TikTok Dan Pemerintah Amerika Serikat Tertunda, Ada Apa Nih?

logo tiktok / freepik

Negosiasi antara TikTok dan pemerintah Amerika Serikat telah tertunda.

Penundaan itu, ditengarai kekhawatiran para pejabat negara setempat tentang potensi masalah keamanan nasional, yang dapat ditimbulkan oleh aplikasi tersebut. Mengingat kepemilikannya oleh perusahaan China ByteDance.

Padahal, kalau kita mau mengingat kembali keterangan pihak TikTok, mereka menyatakan dengan tegas tak akan membiarkan negara campur tangan dalam urusan aplikasi. 

Kala itu, 2 Desember 2022, Chief Executive Officer (CEO) TikTok Shou Zi Chew pernah memberikan keterangan kepada pers, di tengah konferensi DealBook The New York Times. Chew mengatakan kepada pembawa acara Andrew Ross Sorkin, bahwa dirinya bertanggung jawab atas semua keputusan strategis di TikTok, sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang campur tangan dari pemerintah China.

Chew juga mencatat bahwa, TikTok adalah satu-satunya platform pada skalanya yang tidak menerima iklan politik, dengan mengatakan bahwa mereka tidak memenuhi misi perusahaan untuk menginspirasi kreativitas dan menciptakan kegembiraan.

"Kami tidak berpikir iklan politik melakukan ini," ujarnya saat itu.

Pergerakan Algoritma TikTok Bikin Pihak AS Bertanya-tanya

Kembali ke informasi yang dikabarkan laman CNBC. Kekhawatiran yang muncul dari pihak pemerintah Amerika Serikat, adalah termasuk bagaimana TikTok dapat memberikan informasi terkait algoritma rekomendasi dari videonya. Dan seberapa besar kepercayaan yang harus diberikan pemerintah kepada TikTok, untuk menindaklanjuti persyaratan kesepakatan.

Pemerintah setempat, akhirnya belum kembali bernegosiasi dengan TikTok menyoal bagaimana mengatasi masalah tersebut. TikTok juga mengonfirmasi belum menerima pembaruan dari pemerintah tentang masalah yang belum terselesaikan.

Juru bicara TikTok dalam sebuah pernyataan telah memberikan keterangan. Meskipun pihaknya tidak dapat mengomentari secara spesifik diskusi rahasia tersebut, TikTok yakin berada di jalur yang tepat. Kedua belah pihak juga telah mencapai kesepakatan luas, tentang penyimpanan data pengguna Amerika Serikat, di Oracle.

Editor : Uli Febriarni