Techverse.Asia

Kamu Termasuk Seorang People Pleaser? Segera Stop dan Lakukan 6 Hal Ini

Ilustrasi people pleaser. (Sumber : freepik)

Techverse.asia - People pleaser menjadi istilah yang kerap digunakan masyarakat untuk melabeli seseorang yang tidak bisa menolak permintaan orang lain. Apakah benar pemaknaan tersebut?

Psikolog UGM, Smita Dinakaramani, S.Psi., M.Psi., Psikolog.,  menjelaskan bahwa people pleaser merupakan pelabelan informal bagi individu yang memiliki keinginan kuat untuk menyenangkan orang lain.

"People Pleaser ini basically membantu dengan motif untuk menyenangkan orang lain meski itu merugikan dirinya sendiri. Itu perbedaanya dengan orang yang benar-benar mau membantu, bisa memetakan kapasitasnya sampai mana bisa membantu atau tidak," paparnya, saat dihubungi Kamis (9/2/2023).

Smita menyebutkan terdapat beberapa ciri yang mencerminkan people pleaser. Ciri dalam diri orang dengan people pleaser adalah memprioritaskan kepentingan maupun perasaan orang lain dibandingkan dirinya sendiri. Bahkan, jika hal tersebut merugikan dirinya sendiri tidak menjadi persoalan bagi people pleaser.

"People Pleaser akan menaruh kebutuhan diri sendiri pada urutan paling akhir. Perasaan, kebutuhan, serta opini diri tidak lebih penting dari orang lain," ujarnya.

Dosen Fakultas Psikologi UGM ini menjelaskan ciri lain people pleaser yakni ingin terlihat sempurna. Dengan terlihat sempurna diharapkan dapat menyenangkan semua orang. Sementara ciri di luar diri, people pleaser ini memiliki keinginan kuat semua orang untuk menyukai dirinya.

Baca Juga: Netflix Perluas Paket Berbagi Berbayar di Empat Negara Baru: Akan Blokir Perangkat yang Ilegal Membagikan Password

Ada keinginan untuk mendapatkan validasi diri yang baik dari orang lain yang sangat kuat. Di samping itu, membiarkan dirinya untuk dimanfaatkan oleh orang lain. Lalu, mudah atau sering meminta maaf karena penuh dengan rasa bersalah maupun takut disalahkan.

"Ciri lain saat menolak atau menetapkan batasan kemudian muncul perasaan bersalah yang sangat mendalam," katanya.

Berikutnya, people pleaser juga takut terhadap konflik. Ada perasaan cemas, tidak nyaman, serta takut apabila tidak disetujui orang lain. People pleaser bisa terjadi kepada siapa saja. Pasalnya, menjadi sebuah hal yang wajar untuk memiliki keinginan agar disukai oleh orang lain.

Editor : Rahmat Jiwandono