Techverse.Asia

Supaya Olahraga Bukan Hanya Semangat Di Awal, Pakai Baju Olahraga Walau Sedang Malas-malasan

olahraga / freepik

Baca Juga: Tiap Tahun Baru Punya Resolusi, Tapi Selalu Gagal? Mungkin Disebabkan 4 Kesalahan Ini

Baca Juga: Warga Korea Selatan Meninggal Karena Infeksi Naegleria Fowleri, Si Amoeba Pemakan Otak

Berolahraga dengan teratur sering menjadi resolusi sebagian orang kala tahun berganti. Meski kadang tidak perlu menunggu pergantian tahun, aktivitas menyehatkan itu hanya masuk dalam daftar agenda kegiatan. Tanpa jelas terealisasi tidaknya. 

Ada macam-macam penyebab yang membuat aktivitas ini kerap tertunda dan tidak rutin dilakukan. Atau kalaupun dilakukan, tidak menjadi kebiasaan, hanya semangat di awal saja. 

Untuk itu, ada beberapa tips untukmu, agar konsisten berolahraga mulai tahun ini. Sudahlah akui saja, punya jadwal olahraga bersama teman dan kolega, belum tentu bisa melecutmu konsisten bergerak.

Tetapkan tujuan yang detail dan terukur

Tujuan untuk melaksanakan olahraga merupakan langkah penting. Karena tujuan ini akan selalu diingat saat memulai olahraga maupun saat menundanya. Buatlah tujuanmu berolahraga sedetail dan seterukur mungkin.

  • Misalnya, ingin sehat. Maka, tetapkan tujuan bahwa kamu ingin ketika mengikuti pemeriksaan kesehatan rutin, bisa mencapai angka normal untuk tekanan darah, kadar gula dalam darah, asam urat atau kadar kolesterol. Merasa lebih bugar, jarang masuk dan tidak mudah lelah, juga bisa masuk dalam tujuan terukur ini.
  • Menetapkan tujuan berolahraga untuk menurunkan berat badan tidak ada salahnya. Tapi setidaknya dalam tiga bulan pertama, jangan terlalu fokus perubahan berat badan. Fokus konsisten berolahraga, misalnya rutin menjalankannya tiga kali dalam sepekan, minimal 30 menit untuk satu kali jadwal berjalan.

Tulis perkembangan kemajuan

Menulis, mencatat setiap kali berhasil konsisten dengan jadwal dan mengalami kemajuan dalam berolahraga, disebut laman Dokter Sehat bisa memotivasi kita rutin berolahraga.

Tulis kemajuan yang kamu alami setiap berolahraga. Misalnya, jarak lari yang bertambah jauh, medan jogging yang semakin bervariasi untuk dilalui, jumlah gerakan yang mampu toleransi dan rasa sakit yang mulai hilang dari otot.

Editor : Uli Febriarni