Techverse.Asia

Mengenal Tradisi Cupu Panjala: Narasi Juru Kunci Dan Relasinya Dengan Masa Kini

tradisi membuka cupu panjala / UNY

Salah satu kebudayaan di Indonesia yang diwariskan oleh nenek moyang, khususnya di pulau Jawa, adalah Cupu Kyai Panjala yang terletak di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bagi yang sering membaca artikel mengenai tradisi ini, diketahui akan ada pihak yang menjelaskan mengenai 'makna tersembunyi', -yang lebih mendekati semacam tafsir atau dugaan-, dari bentuk-bentuk jejak kelembaban yang terlihat dan menyerupai bentuk tertentu saat cupu panjala dibuka.

Lebih dari sekadar tradisi turun-temurun, sekumpulan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengkaji Cupu Kyai Panjala, dalam konteks relasinya dengan realitas kekinian. Para mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial itu terdiri dari Eugenius Damar Pradipta, Eunike Sistya Nanda dan Dyan Putri Amelia Nugraheni.

Mengenal Cupu Kyai Panjala Dan 'Ramalan' Situasi Setahun

Lewat keterangan tertulis kelompok ini, yang diterima oleh Techverse.Asia, dijelaskan bahwa Cupu Kyai Panjala merupakan sebuah benda magis berbentuk cawan kecil yang terdiri tiga macam cupu. Semar Tinandhu (cupu yang paling besar), Kalang Kinantang (cupu berukuran sedang), dan Kenthiwiri (cupu yang paling kecil).

Cupu tersebut disimpan dalam peti kecil, dibalut ratusan lembar kain mori, disimpan dalam senthong tertutup.

Kebudayaan membuka cupu panjala menjadi identitas sosial masyarakat Kalurahan Girisekar, terus dijalankan dan diyakini.

Setiap tahun, terdapat ritual untuk membuka lapis demi lapis kain yang membalut Cupu Kyai Panjala. Dilaksanakan tepat pada waktu 'Senin Wage malam Selasa Kliwon mangsa Kapapat bulan Jawa Dulkangidah', menjelang musim bercocok tanam.

Ritual dipimpin oleh juru kunci, Dwijo Sumarto. Dwi merupakan generasi ke-7 dari trah keturunan Kyai Sayek atau Kyai Panjala.

Kala lapis tiap lapis kain penutup dibuka, peserta yang hadir akan melihat benda atau gambar yang akan dinarasikan oleh sang juru kunci. Narasi itu dipercayai sebagai ramalan mengenai peristiwa yang akan terjadi satu tahun ke depan.

Editor : Uli Febriarni

Berita Terkait