Techverse.Asia

4 Fakta Tentang Cairan Pendingin di Sepeda Motor

Ilustrasi Radiator (Sumber : istimewa)

Techverse.asia – Sepeda motor yang dibekali dengan mesin berkompresi dan berforma tinggi pada umumnya dibekali dengan sistem pendingin cairan (liquid cooled). Mesin tipe ini mengandalkan komponen radiator untuk menjaga suhu kerja mesin tetep optimal. Untuk memastikan system ini berjalan sebagaimana mestinya, terdapat satu komponen yang sangat vital yaitu cairan pendingin yang juga dikenal sebagai radiator coolant.

“Peran radiator coolant dalam sistem pendingin mesin sepeda motor saat ini sangat krusial. Penting bagi pengguna sepeda motor untuk memastikan cairan pendingin dalam keadaan yang cukup serta memastikan cairan pendingin yang digunakan sesuai dengan spesifikasi pabrikan,” ungkap Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta, Danang Priyo Kumoro, Senin (16/1/2023).

Baca Juga: Yamaha Rilis Warna Baru All New R15 Connected: Dilengkapi Fitur Y-Connect

Danang juga berbagi informasi mengenai beberapa fakta menarik tentang cairan pendingin di sepeda motor yang telah dilengkapi dengan radiator.

1. Menyerap dan Melepas Panas Mesin

Cairan pendingin menyerap panas mesin serta bersirkulasi melalui water jacket yang terdapat pada silinder dan kepala silinder. Cairan yang telah menyerap panas mesin tersebut kemudian didorong menuju ke bagian radiator.

Di radiator, cairan akan melewati pipa-pipa kecil dalam radiator agas suhunya turun (melepas panas). Cairan yang sudah didinginkan kemudian dialirkan kembali ke area mesin.

2. Warna Terang Cairan Pendingin (Radiator Coolant)

Cairan pendingin yang umum dipasarkan biasanya memiliki warna hijau atau merah terang. Perbedaan warna tersebut tidak berkorelasi langsung dengan kualitas, namun akan membantu pemilik sepeda motor untuk mengetahui jika terdapat kebocoran pada sistem pendingin mesin.

Saat terjadi kebocoran, warna hijau atau merah terang akan membantu pemilik sepeda motor untuk membedakan apakah cairan tersebut merupakan oli, cairan pendingin, atau percikan air saja.

Editor : Rahmat Jiwandono